Saran & Kontak

Saya menyadari bahwa ada banyak kekurangan dalam Blog Desa Tejakula ini, untuk itu saran dari berbagai pihak sangat diharapkan.

Silahkan isikan saran anda melalui comment di bawah,
atau dapat dikirimkan melalui alamat berikut :

tejakula@gmail.com
desatejakula@yahoo.com

  1. I gede andrika pratama
    10 October 2009 at 12:29 am

    jangan smpai air yang kita miliki diambil oleh desa orang lain, kalau sampai begitu, anak cucu kita nantinya tidak akan mendapatkan air yang cukuppp…
    jadi pertahankan desa tejakula yang sudah asri ini…
    salam pak mekel …
    saya dari banjar kajanan anaknya de dangin…

    • Desa Tejakula
      10 October 2009 at 4:08 pm

      suksma atas sarannya…

  2. Nyoman Sumberdani
    28 October 2009 at 11:53 pm

    Terima kasih kepada semua pihak yang sudah terlibat dalam pembuatan blog ini. Karena dengan ini saya bisa tahu lebih jauh dan mendalam tentang informasi dan perkembangan terkini di desa saya. Mudah-mudahan informasinya bisa selalu up to date.
    Tetap jaya desaku,…

    Frankfurt, oktober 2009
    Nyoman Sumberdani

    • Desa Tejakula
      29 October 2009 at 8:58 am

      Terima kasih,,, dukungan anda sangat saya butuhkan…

  3. I Ketut Wenten
    16 January 2010 at 10:32 pm

    Saya sangat senang dan bangga kepada teman2 karena telah membuat blog ini. Saya baru tahu ada blog ini karena ber-awal dari informasi masalah air di desa kita tercinta dengan desa Kutuh. Dan saya buka blog lebih lanjut ternya ada beberapa infomasi. Saya sangat senang dengan adanya blog ini tentunya bagi kita di rantau bisa tahu perkembangan desa yang lebih up to date. Masalah pengambilan air dengan se-ijin baik pemuka desa maupun Pemda bukan suatu hal yang mudah, apalagi dilakukan tanpa ijin. Karena setahu saya bahwa kita menggunakan/memanfaatan air di dusun Soca bukan tanpa ijin skala/niskala dan juga tidak bisa lepas dari sejarah leluhur kita jaman dulu. Oleh karena itu pemuka desa adat melakukan upacara rutin/Ngaci ke desa Sukawana yang masih merupakan keluarga besar desa tercinta jaman dahulu. Jadi apa yang kita nikmati (air) selama ini bukan asal menikmati saja dengan gratis dan tanpa melakukan sesuatu. Semua adalah dengan restu/ijin secara skala niskala. Artinya dengan tetap mohon restu beliau dan matur suksema dengan tetap melakukan Ngaci secara rutin…beliau tetap berkenan meng-anugerahkan ciptaanNya (air) kepada desa kita tercinta. Permasalahannya adalah apakah desa lain yang tidak memiliki hub historis jaman dahulu yg berkeinginan memanfaatkan air tsb mampu dan mau secara disiplin melakukan upacara Ngaci ke desa Sukawana??? Dan siapa yang akan menjamin jika dikemudian hari ada masalah thd air tsb karena Beliau murka/marah???

    Ini sekedar uneg-uneg saja yang membuat saya jengkel juga mendengar masalah air. Tahun lalu kalau tidak salah dengan desa Madenan, sekarang dengan desa Kutuh. Saya heran juga dengan pemerintah setempat terutama Kec. Kintamani dan Pemda Bangli.

    Salam sejahtera,

    I Ketut Wenten/Jakarta

  4. 20 February 2012 at 2:50 pm

    Salam kenal… Mantapp buat blognya…
    Kami jga lg blajar bkin blog desa sperti punya rekan2 Tejakula… tapi blog kami msh sderhana…

    alamatnya http://orengsendet.blogspot.com/

    kami tunggu mampirx ya…. salam desa!

  1. No trackbacks yet.

Berikan Komentar

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: